Pages

Jumat, 16 Mei 2014

Perasaan yang Pasti Pernah Dirasain Anak Path


Social media yang hingga kini digandrungi setelah Twitter adalah Path. Path fungsinya memang mirip dengan Twitter, sama-sama sebagai alat penunjang caper. Hanya saja kalau di Path, fiturnya lebih kompleks, bisa posting tulisan, posting foto, check-in location, listening music, watching video, bahkan awake-sleep pun ada di Path. Tinggal fitur ngaji-ing dan sedekah-ing aja yang belum ada.

Subhanallah, anak gaul syariah.

Selain fiturnya yang kompleks, ketika main Path perasaan-perasaan yang timbul juga ikutan kompleks. Lebih kompleks dari social media mana pun pokoknya.

Kayak yang di bawah ini, kamu semua pasti pernah ngalamin:

Pengin Visit Tapi Takut Ketahuan
Bagi anak zaman sekarang, stalking termasuk kebutuhan pokok sehari-hari. Tanpa stalking, rasa-rasanya hidup akan hampa, terutama yang punya gebetan. Tapi masalahnya, stalking di Path tidak semudah dengan halnya stalking di Twitter. Kalau di Twitter, kalau mau stalking ya tinggal buka profile-nya aja (itu juga kalau nggak digembok). Tapi kalau di Path, buat stalking harus terlebih dahulu melewati portal yang namanya “visit,” yang kalau kita pencet, bakalan ngasih tahu kalau kita lagi visit ke profile orang tersebut.

DUARRRRR!
“Harga diri gue bisa turun nih kalau ketahuan visit!” ucap seorang wanita stalker.

Kesel Gara-gara Di-tag Postingan Sama Orang
Kalau di Twitter ada istilah yang namanya mention, kalau di Path, istilah tersebut namanya jadi tag. Mention dan tag sendiri punya fungsi yang sama, sama-sama buat menandai akun seseorang.

Tapi khusus di Path, tag-nya seseorang itu bisa bikin kita jadi kesel. Keselnya bukan gara-gara di-tag-nya, melainkan conversation-nya. Kan kalau di Path, kalau dalam postingan tersebut ada akun kita dan orang ngobrol di postingan tersebut, notifnya juga masuk ke kita.

Mending kalau obrolannya penting…

Udah Posting Sesuatu Tapi Cuma Diliatin Doang
Enaknya kalau nge-Path, setiap kita posting sesuatu, kita bisa ngeliat siapa aja yang udah ngeliatin postingan kita. Kan buat yang punya gebetan jadi enak kalau lagi caper, jadi bisa tau capernya udah nyampe apa belum.

Tapi masalahnya, fitur bisa-ngeliat-siapa-yang-ngeliatin-postingan-kita ini juga punya dampak negatif buat kita, yaitu bikin sedih.

Kayak gue dulu, udah semangat buat nge-Path, udah mikir keras buat nyari ide ngelawak, eh pas udah di-posting malah diliatin doang, nggak dikasih emoticon.

Kan sedih.

Pengin Nge-unshare Tapi Nggak Enak
Saking banyaknya fitur yang bisa digunakan, nggak heran fitur-fitur tersebut juga bisa menimbulkan dampak yang nggak sehat buat mata, kadang juga buat lambung. Tipe orang emang bermacam-macam di Path, ada yang doyan galau tiap jam, doyan dengerin musik tiap menit, bahkan yang tiap napas doyan selfie pun juga ada. Yang terakhir ini nih yang bikin mata dan lambung jadi nggak sehat. 

Sebenarnya gampang solusi untuk mengatasinya, yaitu cukup un-share. Tapi masalah utamanya adalah: nggak enak. Ini juga yang jadi masalah bagi sebagian orang Indonesia.

Kan nggak enak dia temen… Kan nggak enak dia gebetan… Kan nggak enak dia tukang pulsa langganan…

Pernah ngalamin hal yang di atas, nggak? Apa ada yang lain? Sini cerita sama gue...

Sumber: NyunyuCom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekilas tentang gue

Foto saya
Perkenalkan nama gue : M. Tommy Prabowo. Hobby gue nulis, walaupun gak pernah jelas nulis apa. Gue suka banget yang namanya cokelat, musik, novel, ngetweet. Umur gue sekarang 18 tahun. Semoga umur gue ini bisa bertahan lama, Aammiin. Kalian bisa follow gue juga di Twitter @tomenulis.
Copas boleh, tapi sumber harus ditulis. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Blogger Templates