Pages

Jumat, 16 Mei 2014

5 Tipe Orang yang Cocok Nonton Godzilla (dan Alasannya)


Seperti selayaknya kegiatan sosial yang lain, sesungguhnya ketika nonton bareng di bioskop untuk film-film besar seperti Godzilla itu hanya memiliki satu syarat utama: harus ada barengannya. Karena, kalo nggak ada barengannya itu namanya lagi nonton layar hape aja.

Dan untuk film bergenre tokusatsu/sci-fi kaya Godzilla, adalah lebih afdol apabila elu atau temen-temen nonton merupakan orang-orang yang termasuk kategori-kategori di bawah ini:

1. Yang Sulit Move On
Sesuai dengan scene pembuka film ini, elu akan dibawa ke akar mitos Godzilla sebagai King of The Monsters. Dengan lokasi pembuka di Jepang bersama keluarga White Brody yang diperankan dengan apik oleh Bryan Cranston sebagai papa Joe Brody (menurut gua yang aktingnya paling keren di mari), Juliette Binoche sebagai mama Sandra Brody, dan CJ Adams sebagai bocil Ford Brody yang nantinya pas udah gede jadi tokoh utama.

Selain Jepang, elu juga diingatkan dengan teror nuklir sebagai sumber energi yang kontroversial, tahun 1954 sebagai tahun kelahiran Godzilla di layar lebar, dan Dr. Serizawa (Ken Watanabe) yang merupakan tokoh pengingat kalo ada karakter yang bernama sama di film originalnya.

 “Godzilla 1998? Apa itu? Itu bukan Godzilla!” adalah tipe omongan fans yang maunya si monster ini tetep bernafas sama seperti film-film aslinya.

Pun begitu di penokohan, pakde Joe adalah tokoh suami yang sangat setia yang terpaksa mengorbankan istrinya demi menyelamatkan nyawa jutaan lainnya dalam insiden nuclear meltdown di PLTN  tempatnya bekerja. Sampe akhir hayatnya pun, dia tidak bisa melupakan dan berusaha mengungkap misteri apa yang sebenarnya terjadi.


Cocok lah sama elu yang masih penasaran sama long lost love atau punya obsesi yang belom kesampean.

2. Tipe Tanpa Basa Basi
“Neng,” ujar si abang.
“Kita kan udah kenal lama nih..” lanjutnya, sembari menatap mata si Neng dan menggenggam jemari tangan Neng.
“Iya bang, aku tau itu” balas si Neng, tersipu malu.
“Kita dah deket, sering curhat, dan jalan bareng, oleh karena itu boleh Abang bertanya?”
“Tanya apa bang?” Si Neng pun berdebar-debar
“Bolehkah abang...”
“..”
“...”
“Pinjem duit neng?”


Nah tipe si abang sama neneng ini bukanlah tipe yang asik buat elu ajak nonton film ini. Kebanyakan basa-basi. Karena setelah 60 tahun menunggu, Gareth Edwards nggak main-main dan langsung menampilkan Godzilla dan semua keagungannya tanpa perlu menunggu lama lagi. Dan ketika gua bilang semua, iyes, Godzilla dan Atomic Roar-nya.

3. Tipe Si Rela Berkorban
Kalo bukan pengorbanan, gua belom nemu kata lain untuk menggambarkan kisah Joe yang menghabiskan waktunya hanya sebagai guru bahasa Inggris (padahal aslinya insinyur konsultan handal) demi meneliti apa saja yang ada dibalik insiden yang menewaskan istrinya. Begitu juga dengan Ford (Aaron Taylor Johnson) yang rela ke garis depan ketika MUTO (Massive Unidentified Terresterial Organism) mulai aktif dan memporak porandakan apapun yang ada di hadapannya.

Demi melindungi istri (Elizabeth Olsen), doi rela menempuh perjalanan dari Jepang ke San Fransisco yang juga merupakan rute yang sama dengan MUTO dengan cara apa pun, termasuk mengikuti misi-misi militer sepanjang perjalanan ke sana.


Cocok buat orang yang rela jemput panas-panasan naik motor jemput gebetan dan siap nggak dipilih oleh doi.

4. Tipe Orang yang Detail
Di sini elu bisa liat detailnya suasana yang kacau ketika ada monster raksasa/Kaiju yang tau-tau nongol di tengah kota. Para polisi, tentara, tenaga medis, paniknya warga, semua digambarin di sini. Asal-usul Godzilla dan MUTO, kenapa mereka sulit sekali dibasmi, artikulasi para monster, efek gravitasi, taktis militer, dan kondisi di lapangan juga dengan cermat dan realistis hadir memukau mata.

Bukannya menghina produksi Toho, tapi versi Legendary ini dengan budget yang jauh lebih besar tentu menghasilkan efek visual yang lebih menakjubkan.


Kalo punya temen yang detail, doi pasti bakalan sumringah dan seru banget ngebahas film ini sepanjang perjalanan elu pulang.

5. Tipe Pecinta film Sci-Fi, Kaiju, dan Tokusatsu
Ini sih yang paling asik. Kalo pengin cari hiburan di long weekend ini, film ini deh yang paling bener. Film ini bener-bener bisa dinikmati tanpa perlu mikir keras. Dan menurut gua, Godzilla 2014 ini seperti mecin. Elu tau ini nggak banyak bermanfaat, tapi rasanya gurih dan lebih enak dikonsumsi dalam jumlah besar.

Dan senikmat-nikmatnya nonton, tidaklah melainkan bersama orang-orang yang satu selera.

Sumber: NyunyuCom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sekilas tentang gue

Foto saya
Perkenalkan nama gue : M. Tommy Prabowo. Hobby gue nulis, walaupun gak pernah jelas nulis apa. Gue suka banget yang namanya cokelat, musik, novel, ngetweet. Umur gue sekarang 18 tahun. Semoga umur gue ini bisa bertahan lama, Aammiin. Kalian bisa follow gue juga di Twitter @tomenulis.
Copas boleh, tapi sumber harus ditulis. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Blogger Templates